Pakaian malu menjadi perhiasan langka sehingga amat mahal
di era ini. Rasa malu mampu mencegah seseorang melakukan tindakan buruk dan
akhlak tercela. Karena itulah jika rasa malu telah hilang maka orang akan
melakukan berbagai perilaku buruk yang dia inginkan, maksiat sudah bukan
menjadi aib dan perzinaan merajalela serta dilakukan secara terang-terangan.
Siapa yang sudah tidak lagi memiliki rasa malu akan tenggelam dalam berbagai
perbuatan keji dan kemungkaran. Benarlah sabda Rasulullah SAW.
“Diantara perkataan para
Nabi terdahulu yang masih diketahui banyak orang pada saat ini adalah jika
engkau tidak lagi memiliki rasa malu maka berbuatlah sesuka hatimu.” (Riwayat Bukhari).
“Rasa malu dan iman itu
terikat menjadi satu. Jika yang satu hilang maka yang juga akan hilang.” (Riwayat Hakim).
Maka jadikanlah malu sebagai pakaian untuk menjaga iffah
dan izzahmu. Ingatlah menjaga kesucian dan kehormatan merupakan salah satu
amalan yang mengantarkan seseorang menuju jannah-Nya.
“Ditampakkan kepadaku tiga
golongan orang yang pertama kali masuk surga, yaitu orang-orang yang mati
syahid, orang-orang yang suci serta menjaga kesuciannya, dan para hamba sahaya
yang beribadah kepada Allah dengan baik serta memberi nasehat kepada tuannya.” (Riwayat Ahmad, Hakim dan Baihaqi).
Jaga izah dan iffahmu, tutup aurat, batasi pergaulan
dengan lawan jenis baik dunia nyata maupun maya. Bentengi diri dengan
semakin memupuk keshalihan atau keshalihahan. Jangan mudah ucapkan jatuh cinta
pada seseorang yang memikat hatimu. Jika ia baik maka ia akan datang melamarmu
secara gentle, bukan pacaran, bukan
chatingan dan bukan pula sms an.
Sungguh ini adalah tugas kita bersama,maka jadilah
penerang bagi diri dan orang lain, karena mereka adalah saudara-saudara kita
maka tak pantaslah jika kita membiarkannya dalam jalur yang
membuatnya kian terpuruk.
Menjaga kesucian merupakan kewajiban supaya kau tak
menyesal di belakang karena mekarmu hanya sekali maka jangan kau goda iffahmu.
Allah sayang padamu maka jadilah muslim dan muslimah yang mampu memberikan
warna kebaikan bagi orang-orang disekitarmu. Barakallahu fiik.