BOLEH BERCANDA TAPI.....

https://mudaberiman.blogspot.com/2016/04/boleh-bercanda-tapi.html
BOLEH BERCANDA TAPI.....
Setiap
hari mungkin kita, terutama sobat muda tak pernah lepas dari yang namanya
bercanda. Sering kita mendengarnya, mengucapkanya dan bahkan kita sendiri yang
melakukannya. Namun pernahkah kita mengetahui apa itu bercanda dalam bahasa
arab disebut dengan Al –mizaah?. Bercanda adalah bersenda gurau dengan orang
lain tanpa menghina dan mencelanya(Quthuf min asy-suyama’il al muhammadiyyah,
hal.93 (Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata” Disebutkan oleh az zughaibi,
muhaqqiq asy-syama’il al Muhammadiyyah”)
Budaya
mizaah atau bercanda sudah di kenal sejak turun temurun, karena perilaku ini sering kita lakukan di kehidupan
kita. Kebiasaan ini bukan hanya dilakukan oleh anak-anak pra- sekolah atau
hanya oleh para remaja. Tidak! Orang-orang yang sudah berumur pun suka
bercanda..
Mainkan Etikanya
Secara
rinci, etika dalam mizaah adalah sebagai berikut :
1.
Nggak
bohong
Berbohong
adalah perilaku yang merugikan diri sendiori. Orang yang terbiasa berbohong
akan terus menerus berbohong dalam setiap ucapannya. Ini adalah perilaku yang
sangat dibenci dalam Islam, sampai-sampai Rosululloh bersabda dalam sebuah
hadistnya.
“
Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan
kedustaan walaupun dia sedang bergurau. Dan aku juga menjamin rumah disurga
yang paling tinggi bagi siapa saja yang berakhlak baik”( Riwayat Abu Daud no.
4800 dan dinyatakan Hasan Oleh Al bani dalam Shahih Al Jami)
2.
Nggak menyakiti hati
Terkadang
kita tidak bisa mengukur, sebatas apa canda kita, sampai-sampai orang yang kita
ajak bercanda merasa tersinggung dan tersakiti hatinya. Yang kemudian
membuatnya semakin jauh dari yang dulunya sering bercanda dengannya. hanya
karena ucapan kita yang sepele, namun membekas dalam jangka waktu yang sangat lama. Sobat, perasaan orang yang kita
sakiti itu lebih sakit dan lebih lama membekas daripada kita mnyakiti fisiknya.
Karena luka dibadan akan hilang dalam
satu atau dua hari.
3.
Nggak Ghuluw (berlebih-lebihan)
Keterlaluan
atau dalam kamus anak zaman sekarang “lebay” dalam bercanda. Orang akan merasa
risih dengan kita, dan terkadang sifat berlebih-lebihan dalam bercanda bisa
membawa kepada tingkat yang lebih fatal dari itu, yaitu perkelahian.
Tak
jarang jika kita menyaksikan teman-teman kita yang awalnya sering terlihat
bercanda dan tawa, namun disuatu hari kita tidak melihat itu semua. Semuanya
menjadi semu dan kembali dalam kesepian. Atau bahkan kita pernah merasakannya
sendiri, bagaimana sih rasanya dijauhi oleh orang lain padahal dulunya orang
itu sangat dekat dekat dengan kita? maka hindarilah sifat yang seperti ini.
4.
Bercanda secukupnya
Apakah
kita harus memberikan jatah untuk diri kita dalam bercanda? misalnya seminggu
hanya tiga kali bercanda. Tidak, bukan ini yang dimaksud, tapi “bercanda
sekedarnya saja”. cukup menghibur diri dan orang yang kita ajak bercanda.
Setiap
perkara dunia yang kita lakukan itu hanya secukupnya saja, termasuk dalam
bercanda. Tidak boleh berlebihan apalagi sampai memaksakan diri.
5.
Jangan bercanda dengan orang yang tidak
suka bercanda
Sering
kali kita melihat beberapa sobat kurang memperhatikan orang yang diajak bercanda,
ia menyamakan semuanya. Padahal ada orang yang suka diajak bercanda dan ada
pula orang yang tidak suka bercanda. Maka kita harus hati-hati dalam hal ini, jangan sampai kita menyinggung
atau bahkan membangkitkan singa yang sedang istirahat ibaratnya.
So
Saudaraku... Fenomena
miris yang kita saksikan di kehidupan abad ke -21 ini sangan jauh dari tuntunan
Nabi mereka dalam bercanda. Berbagai
televisi menayangkan acara-acara yang berlatar belakang “lucu” dan memainkan
adegan-adegan canda yang berlebihan. Hanya untuk dibilang lucu dan agar para
audiens tertawa merekapun berbohong atas nama canda. Dan kemudian perilaku
seperti ini diikuti oleh sebagian sobat muda kita, sungguh disayangkan ketika
mata memandangnya.
Sobat.. keep the spirit
in running your days!!!